Skip to main content

Featured Post

Mengurus Legalisasi Buku Nikah, Akta Kelahiran dan KK di Tiga Kementerian

Assalamualaykum Intro Setelah melakukan studi selama kurang dari setahun di Kota Bandung, tiba waktunya untuk melakukan langkah berikutnya, yaitu melakukan penelitian ke luar negeri. Berdasarkan hasil minat, kebutuhan riset dan kuota, alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan untuk melakukan riset ke negara Jerman.  Persiapan mulai saya lakukan ketika libur semester genap dimulai, seperti belajar bahasa Jerman, menyiapkan materi riset dan tentunya visa. Dari informasi yang saya dapat dari senior, jika kita ingin membawa keluarga, visa ke Jerman lebih rumit daripada negara lain di Eropa, sehingga sebisa mungkin saya sudah siapkan jauh-jauh hari agar jadwal pelaksanaan riset tidak terganggu. Beberapa hal yang perlu dilakukan dan bisa dicicil tanpa menunggu undangan dari kampus di luar negeri sana adalah melakukan legalisasi dokumen kependudukan dan pernikahan. Kedua jenis dokumen tersebut disertakan sebagai salah satu syarat visa terutama visa kumpul keluarga. ...

Fiddle mute handmade: Jadi bisa main fiddle malam-malam

 


Sudah sejak bulan April 2012 tahun ini, saya membeli sebuah instrumen musik impian saya, sejak zaman SMP dulu, yaitu biola alias fiddle. Sebuah biola bekas baru bernama Shi Fen yang masih mantap kondisinya.

Sebelumnya saya dulu juga pernah punya setahun sebelumnya. Biola yang dulu mereknya Premiere. Tapi tak lama saya make biola tersebut karena waktunya bertepatan dengan waktu berangkat diklat di PLN. Akhirnya daripada nganggur di rumah, saya jual lagi aja.

Walau dulu pernah punya, status saya masih lah pemula. Dulu tak ada banyak waktu untuk bermain. Begitu juga sekarang, jarang bermain pula. Hal ini disebabkan karena saya sering pulang malam dan kalaupun pengen maen malam-malam, saya sungkan dengan tetangga-tetangga sebelah. Koq bisa?
Suara biola itu kencang sekali. Lebih 'menyayat' pula jika didengarkan. Apalagi kondisi saya masih belajar, tentu lebih disturbing sekali jika didengarkan. Ngak ngik ngak ngik ngok kayak suara bayi dicekik pastinya dengarnya.

Baca-baca di forum violinist, akhirnya dapat juga solusinya. Untuk dapat mengurangi tingkat kenyaringan suara, dipasang saja mute biola di bridge biola. Mute tersebut prinsipnya meredam getaran suara yang 'mengalir' di bridge. Mute biola banyak dijual di toko-toko musik atau di online shop.

Saya pengen punya mute tersebut agar waktu main malam-malam tidak mengganggu orang lain. Tetapi harganya cukup mahal juga, lalu sulit pula nyari tokonya disekitaran sini. Mau gak mau harus online shop. Sambil bingung mikir-mikir dan menimbang-menimbang, saya search di Google tentang mute ini. Eh, tak tahunya, kita bisa bikin sendiri lho benda ini.

Dari sebuah video di youtube ditayangkan cara membuat mute violin dari bahan-bahan sederhana. Jadi, yang dibutuhkan adalah lembaran karet bekas dan lem. Nanti bahan tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menjepit bridge biola. Iseng-iseng nyari bahan, akhirnya dapat juga bahannya dari kantor, yaitu karet bekas belt conveyor yang tebal dan kokoh. Ukur-ukur sedikit, gunting sana sini, akhirnya jadi juga. Langsung saya pasang dan tes. Suaranya terdengar meredam. Untuk meyakinkan, saya tes tanpa dan dengan mute. Saya bandingkan dan amati bedanya. Memang beda. Cukup berkurang banyak.

Asyik, akhirnya saya bisa bermain biola malam-malam tanpa takut menyiksa gendang telinga tetangga. Buat pembaca yang mau mencoba, silahkan bereksperimen, do it yourself! :)

Untuk perbedaannya, bisa dicek di video buatan saya ini



Popular Posts